Senin. And I really hate Monday. Apalagi kalau itu ujian hari pertama, dengan sesi satu take home test yang jam pengumpulannya jam delapan pagi dan baru ujian tertulis di sesi kedua yang jedanya empat jam sendiri. Dan satu hal yang gue udah tahu dari dulu, hari pertama ujian apalagi yang masuknya jam delapan, pasti malamnya bakal susah tidur, yang berarti paginya resiko untuk telat bangun besar sekali. AND WELL, IT HAPPENS! Gue baru bangun jam delapan kurang duapuluh! Walhasil karena keburu-buru, gue nggak mikir panjang soal pake sepatu yang biasanya karena bakal lama ngiketnya. Jadilah langsung turun dan memutuskan buat pake sepatu yang udah buluk dan lama nggak dipake buat ke kampus karena toh habis absen dan kumpulin tes-nya gue bisa langsung pulang ke kos buat ambil barang, makan siang, dan ganti sepatu. Pikirnya, mau sekalian pake sepatu yang buat ke gym karena habis tes tertulis mau langsung latihan.
Ternyata takdir hari itu berkata lain. Setelah menyelesaikan urusan yang berkaitan dengan take home test itu, gue langsung jalan balik ke kos. Dan dalam perjalanan pulang itu, gue kepeleset. Mungkin karma karena gue ngetawain temen yang lagi digodain sama cowok yang jelas-jelas naksir dia dan temen gue nggak bereaksi. Pas jatuh dan udah terduduk di tanah pun gue masih ketawa. Baru begitu berdiri, ankle sebelah kiri berasa ngilu dan sedikit mati rasa. Dalam hati, gue bingung. Ini pasti ada yang salah sama jalan atau sepatunya karena kaki kiri gue belum pernah sekalipun cedera jadi ototnya masih kenceng semua. Dan setelah jalan dua langkah--yang gue paksain--pandangan gue menggelap. Ini blackout yang dulu juga pernah gue rasain waktu sendi mata kaki sebelah kanan geser. Gue berhenti, dan dalam hati gue masih nyumpah-nyumpah. Gue yakin kaki kiri ini nggak separah yang kanan karena bengkaknya nggak segede yang kanan dulu. Dan setelahnya, gue melanjutkan perjalanan ke kos sambil ngumpat karena kaki kiri gue mulai berasa sakit. Dan penyebab rasa sakit (baca : jatuh) itu adalah karena sol sandal yang tebel itu udah lepas karena lama nggak dipake, dan memang sudah tua. What the...
Keputusan pertama yang gue ambil adalah ngabarin nyokap. Karena buat ngurusin kaki ini, jelas butuh kiriman dana tambahan. Memutuskan untuk minta dana pijit dan beli obat dalem, walaupun nyatanya gue cuma beli obat dalem karena nggak ketemu tukang pijit yang meyakinkan, males pijit (ini akibat saran beberapa orang yang cukup menyesatkan gue pada akhirnya), dan gue yang emang sok yakin bakal sembuh cuma minum obat aja.
Sampai sore hari, rasa sakit di kaki gue masih amat sangat bisa ditoleransi. Gue masih jalan-jalan walaupun sambil ngumpat-ngumpat, dan masih sempet belanja ke supermarket. Baru pas gue mau tidur, rasa sakitnya mulai menggila. Gue nggak bisa tidur terlentang sambil selimutan, karena kaki kiri gue terlalu sakit untuk sekedar diselimutin. Untungnya, gue berhasil tidur nyenyak dan nggak bangun kesiangan lagi besoknya.
Besok paginya, ini neraka buat gue. Kaki ini kakunya melebihi ekspektasi, bahkan gue nggak bisa turun tangga tanpa loncat. Jalan kaki ke kampus yang biasanya gue nikmati dengan sangat kali ini berasa kayak neraka. Sakit bung, sakit! Dan siangnya, ini kaki baru bengkak gila-gilaan. Gue panik karena demi apapun bengkaknya terlampau besar buat ukuran keseleo.
Singkat cerita, gue tetap keukeuh nggak ke tukang urut sampai serangkaian pengobatan pake obat dalem itu selesai. Dan optimisme gue terbukti salah, karena sampai obat terakhir gue minum kaki gue belum bener. Itupun udah pake acara ngabisin obat gosok satu setengah botol. Satu yang udah habis YB Aerosol, dan setengah botol Yokoyoko biru. Dan masih belum sembuh! Akhirnya, dengan berat hati gue putuskan untuk pergi ke tukang urut terkenal di Kalipasir. Langsung sembuh, sih. Tapi sakitnya itu lho, amit-amit banget dah. Mana si engkoh narik uratnya nggak pake intro dan aba-aba lagi. Tapi ya sudahlah, itung-itung kaki kanan gue yang cedera lama ikutan beres... dan besoknya gue udah bisa jalan-jalan lagi, walaupun dengan kedua kaki dibebat perban tebal yang dilapisi cling wrap karena isi kompresnya menyebarkan bau yang cukup nista dan cairannya mulai merembes keluar ngotor-ngotorin celana dan sepatu...
HEHEHE sekian...
Fyi, sampai tulisan ini dipost, otot kaki kiri gue belum sepenuhnya pulih... tapi udah bisa buat latihan beban lagi. Cihuyy